664 total views
JAKARTA – Plt Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono menegaskan bahwa tidak ada perpecahan ditubuh partainya usai lengsernya Suharso Monoarfa dari jabatan Ketum PPP.
Hal tersebut disampaikan Mardiono saat menjawab isu keretakan hubungan dengan Suharso di Kantor KPU, Senin (12/9/2022).
Mardiono menyampaikan, hubungannya dengan Suharso masih berjalan baik hingga saat ini.
Bahkan, dia menyebut Suharso adalah guru dan mentornya.
Diberitakan sebelumnya, Suharso Monoarfa belum lama ini diberhentikan dari jabatan Ketua Umum Partai Pembangunan Nasional.
Baca juga: Suharso Monoarfa Diberhentikan dari Ketum PPP. Syaifullah Tamliha: Ilegal
Keputusan tersebut diambil dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Hotel Swiss Belinn Modern Cikande, Serang, Banten, Minggu, 4 September 2022.
Sebelumnya, 3 pimpinan majelis tinggi PPP yakni Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan melayangkan surat ketiga ihwal permintaan pemberhentian Suharso pada 30 Agustus lalu. Mahkamah Partai PPP menyepakati usulan tersebut empat hari kemudian.
Terbitnya surat permintaan pemberhentian disebut-sebut bermula dari polemik amplop kiai yang dilontarkan Suharso. Pernyataan ini dianggap menghina para kiai dan pesantren.
Suharso sempat meminta maaf atas pernyataannya. “Saya mengaku itu sebuah kesalahan. Saya memohon maaf dan meminta dibukakan pintu maaf,” kata Suharso dalam acara Sekolah Politik PPP di Bogor, 19 Agustus lalu.


