730 total views
CIANJUR – Ratusan sekolah rusak akibat gempa Cianjur dan melumpuhkan aktivitas belajar ribuan siswa, pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Cianjur, Jawa Barat mulai ambil langka alternatif.
Dinas Pendidikan mulai mempersiapkan tenda sekolah untuk proses belajar mengajar siswa yang sekolahnya ambruk karena gempa Cianjur.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Akib Ibrahim, Selasa 6 Desember 2022.
Dia mengatakan memasuki pekan ketiga pasca gempa, pihaknya memfokuskan pemasangan tenda untuk ruang kelas para siswa.
“Konsep kami sampai 10 Desember masih tanggap darurat tahap kedua, dengan pola pemasangan tenda dan kegiatan trauma healing untuk guru dan siswa. Setelah itu, seluruh perangkat untuk proses belajar mengajar sudah dinyatakan siap untuk digelar,” ungkap Akib.
Akib menngatakan untuk sekolah yang tidak terdampak sudah dapat menggelar proses belajar mengajar tatap muka, bahkan beberapa sekolah di wilayah yang tidak terdampak parah sudah menggelar proses belajar mengajar normal sejak Senin, 5 Desember 2022.
Baca juga: Ke Cianjur Ketiga Kalinya, Jokowi Pastikan Rekonstruksi Dimulai, Bantuan Jangkau Semua Korban
Pada pekan keempat kata Akib, pihaknya masih tetap berfokus untuk pemulihan mental guru dan siswa agar mereka bisa menjalani proses belajar mengajar tanpa trauma akan gempa.
“Setelah pekan keempat, kami akan menggelar kembali sekolah normal seperti biasa karena berbagai pemulihan trauma akibat gempa dianggap sudah maksimal, sehingga guru dan siswa sudah dapat menjalani kegiatan seperti sebelum gempa,” katanya.
Mengutip Tempo, adapun ratusan siswa SDN Panyaweuyan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, sejak Senin, 5 Desember 2022 sudah memulai kegiatan belajar mengajar meski di tenda sekolah darurat yang dibangun di Lapang Bina Raga Ciherang.
Kepala SDN Panyaweuyan, Ani Muharyani, mengatakan satu hari sebelumnya pihaknya mengumpulkan 276 siswa untuk pembagian waktu masuk sekolah. Pembelajaran dibagi menjadi dua sesi pagi dan siang untuk kelas satu sampai kelas enam.
“Kami upayakan tatap muka karena sudah mendekati ujian akhir semester, terlebih untuk trauma healing lebih cepat kalau anak-anak kembali ke sekolah seperti ini,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan setempat mencatat, akibat gempa 5.6 magnitudo yang mengguncang Cianjur, 540 bangunan sekolah yang sebagian besar SD dan SMP rusak.


