724 total views
CIANJUR – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah desa di Kabupaten Cianjur belum lama ini, meninggalkan luka dan perih bagi warga setempat.
Luka dan perih yang sama juga dirasakan warga Kampung Bunipasir, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat.
Akibat gempa tersebut, puluhan rumah dan sarana prasarana umum seperti sekolah dan tempat ibadah mengalami kerusakan parah.
Walaupun sebagian rumah tampak terlihat kokoh dari luarnya, tetapi tidak untuk dalamnya yang retak hingga nyaris roboh.
Gempa yang menelan ratusan nyawa itu membuat aktivitas belajar anak-anak lumpuh lantaran sekolah mereka rusak.
Baca juga: Warga Kampung Mangun di Cianjur Butuh MCK dan Tenda, Sebagian Warga Terserang Penyakit
Namun untuk tetap belajar, anak-anak di Kampung Bunipasir memanfaatkan tenda belajar darurat yang dibangun pemerintah maupun sumbangan donatur.
Dibantu relawan pengajar dari beberapa komunitas/yayasan sosial seperti Gerakan Berbagi Kasih (Gebrak) Indonesia dan beberapa lainnya, anak-anak pun kembali belajar seperti biasanya.
Para relawan yang datang dari berbagai kota itu tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga trauma healing lewat berbagai games dan aktivitas-aktivitas lainnya.

Pembelajaran dan kegiatan trauma healing pun dikemas para relawan dalam berbagai kreatifitas.
Trauma healing ditujukan kepada anak-anak agar tidak terbawa suasana saat gempa dan kembali pulih seperti biasanya.
Mereka belajar setiap pagi dari pukul 08.00 pagi hingga 10.00 dan dilanjutkan dengan berbagai games menarik di sore hari pukul 16.00.
Sejumlah anak yang rutin mengikuti proses belajar di tenda belajar darurat itu mengaku senang dengan kehadiran para relawan.
“Senang gitu, bisa belajar lagi, kan pas gempa sekolah rusak, jadi ga sekolah. Di rumah bosan atuh,” ujar Apin.
“Senang mah ada kakak-kakak semua, bermain bersama bikin kita gak ingat gempa terus,” ujar Ndalah.
Dari pantauan INN Indonesia di Bunipasir, anak-anak tampak menikmati berbagai kegiatan belajar yang disajikan para relawan.
Anak-anak di Bunipasir saat ini membutuhkan perlengkapan sekolah. Sementara warga pada umumnya membutuhkan fasilitas seperti MCK dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.


