725 total views
CIANJUR – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah desa di Kabupaten Cianjur belum lama ini merusakan puluhan ribu rumah warga.
Kerusakan rumah warga pun bervariasi. Ada yang rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan.
Dari pantauan INN Indonesia di sejumlah desa di Kecamatan Cugenang, warga yang rumahnya rusak berat dan sedang memilih tinggal di tenda pengungsian. Baik di lokasi pengungsian warga pada umumnya maupun di lokasi rumah mereka yang sudah dibersihkan puing-puingnya.
Sebagian warga juga masih kekurangan tenda dan tinggal di tenda seadaanya. Sehingga ada di antara mereka yang terserang penyakit seperti gatal-gatal dan flu.
Walaupun sejumlah rumah warga masih terlihat berdiri kokoh, namun sebenarnya hanya menunggu waktu untuk roboh akibat keretakan yang parah.
Aceng (60), warga Kampung Bunipasir, Cianjur mengaku bersyukur karena rumahnya tidak sampai rusak berat, tetapi rumah beberapa tetangganya nyaris sejajar dengan tanah.
“Ini lagi bantuin beresin rumah tetangga sebelah, rata dengan tanah. Ada 10 orang di rumah itu. Mereka bingung mau bangun model seperti apa karena masih menunggu bantuan pemerintah,” ungkap Aceng saat ditemui di Bunipasir, Selasa 20 Desember 2022.
Dia mengaku prihatin dengan kondisi tetangganya yang tertampung hanya di satu tenda.
“Padahal mereka serumah sampai 10 orang, bisa-bisa terserang penyakit,” terangnya.
Aceng berharap, bantuan perbaikan rumah dari pemerintah segera disalurkan supaya warga bisa memperbaiki rumah mereka dan aktivitasnya bisa berjalan normal.
“Yah setidaknya ada yang mau ngasih tarpal aja dulu,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Darniati (59), dia mengaku mulai tidak nyaman tinggal di tenda akibat beberapa cucunya mulai terserang gatal-gatal.
“Yah mau perbaikan rumah, duitnya kumaha? Ini syukur makan masih dari donasi orang-orang baik,” ungkapnya.
Dia berharap, bantuan dari pemerintah segera terealisasi, sehingga warga mulai kembali membangun.
Baca juga: 1 Jazad Korban Gempa di Cugenang Baru Saja Ditemukan, Identitas Korban Belum Diketahui
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengumumkan bahwa pemerintah akan membantu perbaikan rumah masyarakat.
Namun Jokowi enggan memberikan bantuan renovasi rumah korban Gempa Cianjur, Jawa Barat, secara keseluruhan dalam satu kali pencairan.
Jokowi memilih untuk mencairkan bertahap agar uang benar-benar dipakai untuk memperbaiki rumah, bukan malah membeli kebutuhan lain.
“Dari dari uang yang ada, silakan bapak ibu ambil tetapi memang tahapan demi tahapan,” kata Jokowi saat mengunjungi korban gempa Cianjur, Jawa Barat, untuk keempat kalinya pada, Kamis, 8 Desember 2022.
“Pengalaman kami di provinsi yang lain, diberikan semua diambil semua, tidak jadi barang tidak jadi rumah, ada yang justru jadi sepeda motor,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Pencairan bantuan secara bertahap disampaikan Jokowi setelah menaikkan nominal uang diberikan. Jokowi memutuskan untuk menaikkan bantuan usai berdiskusi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Dari Rp 50 juta menjadi Rp 60 juta untuk rusak berat, Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta untuk rusak ringan. “Hari ini tadi telah diserahkan kurang lebih 8.100 bantuan untuk bapak ibu semuanya,” ujar kepala negara.
Jokowi meminta warga mulai memperbaiki rumah mereka. “Rumah yang runtuh segera dibersihkan dari puing-puing, yang bisa dipakai batu bata nya yang bisa dipakai, ya dibersihkan dipakai lagi. Kayunya yang bisa dipakai juga agar bisa dipakai lagi,” kata dia.
Jokowi pun benar-benar berpesan uang bantuan 100 persen untuk perbaikan rumah. Bantuan bisa diambil bertahap seperti 40 persen dulu atau lebih kecil. Jokowi mewanti-wanti warga agar menaati perintah ini karena akan memantaunya secara terus menerus.
Selain itu, Jokowi juga meminta warga berkonsultasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun rumah tahan gempa. Rumahnya pun juga hati2. Konstruksinya “Ada konstruksinya seperti apa, tolong ditanyakan,” kata dia.


