HomeUncategorizedUsung Politik Identitas, Bawaslu Akan Tegur Partai Ummat

Usung Politik Identitas, Bawaslu Akan Tegur Partai Ummat

Published on

spot_img

 662 total views

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu RI) meresponi Partai Ummat yang menyatakan secara lantang akan mengusung politik identitas di pemilihan umum (Pemilu) 2024. Bawaslu sendiri akan menegur dan mengingatkan Partai Ummat terkait hal itu.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menghimbau kepada semua partai politik untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana untuk melakukan kampanye dan juga ajang untuk menyerang satu sama lain.

“Kami akan mengingatkan Partai Ummat untuk tidak melakukan hal demikian. Masjid adalah tempat bersama umat Islam, yang pilihan politik bukan hanya partai Ummat,” ujar Rahmat usai acara Siaga Pengawasan 1 Tahun Menuju Pemilu 2024 yang digelar di kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa 14 Februari 2022 malam.

Dikatakan Rahmat, sarana publik itu milik bersama. Selain itu, penggunaan tempat ibadah untuk kegiatan politik dapat berpotensi menimbulkan pertentangan sosial.

“Kalau seperti itu akan terjadi pertentangan sosial dan harus hati-hati teman-teman Partai Ummat itu akan menaikkan eskalasi pertarungan di tingkat akar rumput. Itu yang paling berbahaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya awak media soal apakah pihaknya akan menindak Partai Ummat soal akan mengusung politik identitas Islam.

“(Bakal ditindak) Oh ya, pasti,” imbuhnya.

Baca juga: Duh! Bapak Politik Identitas Diusung Partai Politik Identitas Jadi Capres, Reuni 2017

Diberitakan sebelumnya, Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi telah menegaskan partainya akan mengusung politik identitas Islam dalam menghadapi Pemilu 2024.

Hal itu ditegaskan Ridho dalam pidatonya di pembukaan Rakernas Partai Ummat, Jakarta, Senin (13/2).

“Kami akan secara lantang mengatakan, ‘Ya, kami Partai Ummat, dan kami adalah politik identitas’,” tegas Ridho.

Menurut Ridho, tanpa moralitas agama, politik akan kehilangan arah. Ia pun menuding pihak sekuler yang menghendaki dipisahkannya agama dari politik.

“Kita akan jelaskan tanpa moralitas agama, politik akan kehilangan arah dan terjebak dalam moralitas yang relatif dan etika yang situasional. Ini adalah proyek besar sekularisme, yang menghendaki agama dipisah dari semua sendi kehidupan, termasuk politik,” terang dia.

Selain itu, dia mengklaim politik identitas merupakan jalan yang sudah sesuai dengan Pancasila.

“Dengan demikian perlu dipahami sesungguhnya politik identitas adalah politik yang pancasilais,” klaimnya.

Partai Ummat, kata dia, bakal membangun perjuangannya dari masjid. Menurutnya, politik gagasan di dalam masjid tidaklah dilarang. Justru yang dilarang adalah politik provokasi.

“Yang seharusnya dilarang di masjid bukanlah politik gagasan tapi politik provokasi. Keduanya sangat berbeda,” katanya.

 

 

Artikel Terbaru

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....

3 Terdakwa Korupsi Chromebook Dituntut 6–15 Tahun Penjara, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Terberat

INNNEWS – Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan,...

artikel yang mirip

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....