HomeGaya HidupSebut Presiden ke-5 Janda, TikTokers Bima Dinilai Tunjukan Kebodohan 'Intelektual harus disertai...

Sebut Presiden ke-5 Janda, TikTokers Bima Dinilai Tunjukan Kebodohan ‘Intelektual harus disertai etika’

Published on

spot_img

 921 total views

INN NEWS – Usai viral di media sosial lantaran mengkritik Pemerintah Lampung, TikTokers asal Lampung Bima Yudho Saputro kembali menghebohkan jagad media sosial tanah air lantaran videonya yang kembali viral menyebut Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri ‘janda’.

Bima pun tuai kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Banyak masyarakat kecewa dengan sikapnya itu meski awalnya simpatik terhadapnya saat diserang balik pihak pemerintah Lampung.

Salah satu kritikan datang dari DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut).

PDIP Sumut menilai Bima menunjukkan kebodohannya dengan menyampaikan hal itu.
“Kalau dibilang populer, dia memang dapat popularitas, tapi cemoohan juga didapatkan. Populer juga iya, tapi terlihat bodoh juga iya,” sebut Wakil Ketua PDIP Sumut, Aswan Jaya kepada wartawan, Selasa, 25 April 2023.

Aswan mengatakan anak muda seperti Bima memang sudah seharusnya aktif di media sosial. Namun, dia menyebut keaktifan di media sosial juga harus dibarengi dengan kemampuan intelektual dan etika.

“Silahkan saja karena memang sudah eranya. Tapi perhatikan etika, estetika, dan perhatikan juga kecerdasan intelektualnya. Jangan sampai populer, tetapi dalam cemoohan, itu namanya kontraproduktif,” sebut Aswan.

Dia menilai pernyataan Bima soal janda tidak tepat disampaikan karena hal itu bukan hanya menyinggung Megawati. Menurut Aswan, pernyataan janda itu dapat menyinggung banyak perempuan.

“Itu kesan narasi negatifnya lebih kuat daripada positifnya. Itu yang kami sayangkan. Sangat tidak tepat, karena itu menyinggung banyak orang. Karena status janda itu bukan status yang hina atau rendah. Banyak sekali ibu-ibu yang memiliki status yang sama,” tutur Aswan.

“Status Ibu Ketua Umum Megawati jandanya bukan karena cerai, tapi karena ditinggal mati,” sambungnya.

Aswan pun mengimbau kepada anak-anak muda yang aktif di media sosial untuk lebih santun dan tidak meniru yang dilakukan oleh Bima. “Nasehat untuk anak-anak muda yang bermain media sosial, tonjolkan lah kecerdasan intelektualnya,” jelasnya.

Bima sendiri bersama keluarganya sudah minta maaf terkait pernyataannya itu, tetapi banyak pihak masih terus mempersoalkan pernyataannya itu dan mengaku kecewa dengannya.

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...