1,761 total views
SOLO – Sebelas tahun mengabdi, Solo Mengajar (SM) menjadi saksi bahwa bangsa ini tidak pernah kekurangan orang-orang baik.
Masuk angkatan 21, Solo Mengajar telah memilih 31 pemuda-pemudi terbaik bangsa yang tergerak menjadi relawan.
31 relawan yang dipilih berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah bekerja hingga masih berstatus pelajar. Misalnya salah satu relawan bernama Iwan yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).
Di angkatan 21 ini, relawan Solo Mengajar tidak hanya fokus pada kegiatan pembelajaran di Taman Cerdas saja tapi juga aktif untuk belajar dan membicarakan isu-isu yang terjadi di masyarakat.
Melalui pertemuan rutin yang diwajibkan, relawan Solo Mengajar juga belajar dan membahas tentang isu-isu sekitar politik, sosial, budaya yang sedang terjadi di masyarakat.
Pembelajaran tersebut dilakukan karena relawan Solo Mengajar sepakat untuk menjadi warga negara yang dapat terus berkontribusi positif.
Isu-isu politik, permasalahan sosial yang berkaitan dengan SARA menjadi topik pembelajaran relawan.
Diskusi terkait isu-isu sensitif tersebut bertujuan sebagai komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari ancaman isu-isu sensitif yang beredar luas di masyarakat melalui media sosial.
Relawan sebagai garda terdepan mengawal pendidikan sekaligus menjadi role model bagaimana bermasyarakat dalam kebhinekaan yang sejati.
Fokus kegiatan pembelajaran Solo Mengajar pada angkatan 21 ini meliputi 4 fokus pembelajaran yaitu karakter, budaya, nasionalisme, pengembangan prestasi. Empat fokus pembelajaran ini menjadi pilar yang menopang pendidikan formal yang didapat anak-anak di sekolah.
Pada pertengahan Agustus ini, para relawan akan mulai diterjunkan di 4 taman cerdas yaitu Taman Cerdas Gandekan, Mojosongo, Jebres, dan Joyontakan.
Sebagai informasi, relawan Solo Mengajar baru saja selesai mengikuti pembekalan yang dilaksanakan di Aula Paud Garuda Gandekan, Kota Soloi pada Sabtu, 29 Juli 2023.


