HomeGaya HidupMembangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif, Isu Minoritas Bukan untuk Kepentingan...

Membangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif, Isu Minoritas Bukan untuk Kepentingan Politik 

Published on

spot_img

 1,288 total views

SOLO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo, Jawa Tengah telah menggelar Workshop “Membangun Narasi Pemilu Inklusif dan Aksi Kolektif” selama dua hari pada Kamis-Jumat (18-19/1/2024) di Megaland Hotel Solo.

Workshop kali ini ditujukan untuk mendukung kerja jurnalis di daerah dan menjalin komunikasi yang lebih baik antara jurnalis, media, kelompok marginal, dan LSM yang memberikan dukungan kepada kelompok marginal.

Dalam pertemuan ini, semua pihak diajak untuk bersama-sama meminimalisir isu minoritas yang dimanfaatkan oleh partai-partai yang memiliki kontestasi politik untuk kepentingan mereka.

Baca juga: 

Klaim Menang Pilpres 1 Putaran, Syaratnya Tak Semudah Omon-omon

Ketahui 5 Warna Surat Suara Pemilu 2024, Ayo Coblos, Jangan Golput 

Seperti diketahui, sejak Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 dan Pilpres tahun 2019, penggunaan isu politik identitas mulai sering digunakan dalam rangka mencari dukungan perolehan suara.

Banyak misinformasi dan ujaran kebencian terkait Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) yang ditujukan kepada salah satu pasangan calon atau calon perseorangan, dengan harapan lawan politik kehilangan dukungan masyarakat.

Belajar dari pengalaman pemilu serentak tahun 2019, tidak menutup kemungkinan permasalahan tersebut akan kembali muncul pada pemilu tahun 2024 ini.

Peristiwa masa lalu berpeluang besar untuk terus digaungkan oleh kelompok radikal demi kepentingan pribadi.

Begitu pula dengan kelompok yang pada dasarnya menginginkan perpecahan antara mayoritas dan minoritas di Indonesia.

Ada 20 peserta yang hadir dalam Workshop, terdiri dari jurnalis, kelompok marginal, dan LSM yang memberikan dukungan kepada kelompok marginal.

 

Artikel Terbaru

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...

Keraton Surakarta Sebut Perlu Dukungan untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

INNNEWS-Keraton Surakarta Hadiningrat menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak guna menjaga dan melestarikan kebudayaan...

artikel yang mirip

Di Balik Sinyal Pasar: Membaca Risiko Off-Budget dan Stabilitas Perbankan Indonesia

Pergerakan outlook terhadap Bank Central Asia baru-baru ini memicu perhatian pasar. Bagi sebagian pelaku, ini mungkin hanya refleksi dinamika normal dalam siklus keuangan. Namun jika dibaca lebih dalam, sinyal seperti ini sering kali bukan berdiri sendiri. Ia bisa menjadi bagian dari spektrum yang lebih luas yaitu perubahan kondisi likuiditas, arah kebijakan makro, serta tekanan struktural dalam sistem pembiayaan nasiona

Heboh Pengadaan Alat Makan Rp4,19 Triliun di Yogyakarta: Skandal Pemborosan atau Salah Data?

INNNEWS – Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), publik dikejutkan oleh dugaan pengadaan...

22Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren

INNNEWS – Kebakaran terjadi di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga memicu...