415 total views
INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 meminta negara-negara anggota G20 bersatu mengatasi krisis global, serta meminta agar perang dihentikan.
Jokowi mengatakan, tidak ada pilihan lain selain berkolaborasi untuk menyelamatkan dunia.
Menurut Jokowi, hal tersebut adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya untuk rakyat tapi juga penduduk dunia.
“Bertanggung jawab di sini, berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, dunia akan sulit bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan generasi mendatang,” kata Jokowi.
Lanjut Jokowi, dunia tidak semestinya terbelah menjadi beberapa bagian.
“Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya,” ujar Jokowi dalam pembukaan KTT G20 Bali, Selasa, 15 November 2022.
Baca juga: H-2 KTT G20, Jokowi Pastikan Indonesia Jadi Solusi Krisis & Pemulihan Ekonomi Dunia
Hal itu ditegaskan Jokowi di hadapan sejumlah delegasi yang hadir, antara lain Amerika Serikat Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Saat KTT G20 berlangsung, perang terjadi antara Rusia Ukraina sejak Februari lalu.
Jokowi menggaungkan persatuan di antara negara-negara G20 dalam mengatasi krisis global. Dia menyerukan para pemimpin dunia, yang sebelumnya telah terbelah, dapat menjembatani perbedaan.
“Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” kata Jokowi.
Fokus Indonesia sebagai presidensi G20 adalah pemulihan ekonomi global pasca-pandemi, dengan prioritas bidang kesehatan, transformasi digital, dan transisi energi.
Dalam pidato pembukaannya, Jokowi mengatakan, sebagai presiden G20, Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar.
Namun keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika semua pihak dapat menyisihkan perbedaan.
Karena perbedaan pendapat soal Ukraina, forum KTT G20 diperkirakan sulit mencapai kesepakatan bersama. Kendati demikian, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia sebagai presidensi G20 akan tetap menjaga perdamaian.


