42 total views
INNNEWS – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan video final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dianggap memunculkan keputusan juri kontroversial. Potongan video yang beredar luas memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap dua jawaban peserta yang dinilai publik memiliki isi serupa.
Peristiwa tersebut terjadi dalam sesi pertanyaan rebutan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim pertama yang menjawab pertanyaan tersebut. Peserta menyebut bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Namun, dewan juri justru memberikan pengurangan nilai sebesar minus lima kepada regu tersebut.
Tidak lama berselang, Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang substansinya dianggap sama oleh banyak penonton. Berbeda dengan sebelumnya, jawaban regu B justru dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh dari juri. Keputusan itu langsung memicu protes dari peserta Grup C yang merasa telah menyampaikan jawaban serupa.
Dalam tayangan yang viral, salah satu peserta Grup C mempertanyakan keputusan tersebut secara langsung di hadapan dewan juri. Pihak juri kemudian menjelaskan bahwa jawaban regu C dianggap tidak menyebutkan unsur “pertimbangan DPD” secara jelas. Namun peserta membantah alasan tersebut dan mengaku telah menyebut bagian tersebut ketika menjawab pertanyaan.
Viralnya video itu memicu gelombang komentar dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai keputusan juri tidak konsisten dan meminta adanya evaluasi terhadap sistem penilaian lomba. Sejumlah akun media sosial resmi MPR RI bahkan disebut ramai diserbu komentar netizen yang meminta klarifikasi atas insiden tersebut.
Di berbagai forum internet dan media sosial, publik juga menyoroti pentingnya transparansi dalam kompetisi pendidikan, terutama yang melibatkan pelajar. Sebagian netizen menyebut panitia seharusnya menyediakan mekanisme peninjauan ulang atau pemutaran ulang rekaman audio agar keputusan dapat lebih objektif.
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak MPR RI dikabarkan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba tersebut. Evaluasi disebut mencakup aspek teknis, tata suara, hingga mekanisme penilaian juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


