1,280 total views
INN NEWS – Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Sumatera Utara (Sumut) mempertanyakan eksistensi Kota Medan yang selalu digaungkan sebagai kota toleransi.
Hal tersebut lantaran masih ditemukan secara nyata dan terbuka, gereja yang beribadah di tempat umum seperti trotoar lantaran tak kunjung mendapat izin tempat.
Hal tersebut disoroti PGPI dalam surat yang dilayangkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Medan pada Senin, 13 Maret 2023 lalu.
Dalam surat itu, PGPI mempertanyakan keberadaan ibadah tersebut ke Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Pasalnya, ibadah tersebut terus dilakukan berminggu-minggu di trotoar depan kantor wali kota. Harusnya di gereja.
“Kita ketahui selama ini Kota Medan adalah kota yang sangat toleransi sesama umat beragama,” demikian isi surat itu.
Surat tersebut ditandatangani Ketum PGPI Sumut, Pdt. DR Samuel Ghozali D dan Sekretaris Umum (Sekum), Pdt. Arisman Perhusip, S.E., M.M.
Baca juga: Setelah MUKI, BKAG dan PGPI Sumut Surati Bobby Nasution Soal Larangan Gereja di Medan
Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumut, Dedy Mauritz Simanjuntak saat dihubungi INN Indonesia belum lama ini terkait masalah gereja yang sama, juga mempertanyakan hal tersebut.
“Medan adalah kota kita bersama, Medan adalah milik kita bersama yang selalu kita dengung-dengungkan sebagai etalase miniatur dari keberagaman. Tetapi kami melihat pada hari ini bahwa hal tersebut tidak tercermin,’ kata Dedy saat meninjau langsung ibadah tersebut di atas trotoar depan Kantor Wali Kota Medan.
Diketahui, MUKI Sumut juga telah menyurati Bobby Nasution terkait permasalahan gereja tersebut, namun belum diresponi.
Sebagai informasi, gereja yang masih kesulitan mendapat izin tempat dari Pemkot Medan dan beribadah di atas trotoar itu adalah Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) MRC Medan Marelan. Mereka telah beribadah di sana selama kurang lebih 13 Minggu.
Sementara itu, pihak jemaat Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) MRC di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan juga mempertanyakan keberadaan Wali Kota Medan, M Bobby Nasution lantaran belum meresponi kondisi jemaat yang beribadah di atas trotoar depan Kantor Wali Kota Medan.
Padahal ibadah jemaat GEKI MRC sudah dilaksanakan berminggu-minggu di depan kantor wali kota.
Hal itu lantaran jemaat GEKI MRC belum memperoleh isin memakai gedung untuk melaksanakan ibadah.
“Memang sampai sembilan minggu ini Pak Walikota enggak tahu kemana, tapi bagi jemaat GEKI, ibadah ini adalah bentuk kehormatan yang diberikan Tuhan untuk menyampaikan Kabar Baik bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan,” tulis pimpinan jemaat, Pdt Octavianus Nathanael di media sosial resminya, Kamis 2 Maret 2023.


