HomeUncategorizedSoal Capres PDIP, Jokowi Sudah Bisiki Megawati, Sosoknya Dinilai Pakai Ini 

Soal Capres PDIP, Jokowi Sudah Bisiki Megawati, Sosoknya Dinilai Pakai Ini 

Published on

spot_img

 214 total views

INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa pertemuannya dengan Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri belum lama ini salah satunya untuk membahas calon presiden (capres) yang akan diusung partai berlambang banteng itu.

Seperti diketahui, Megawati menemui Jokowi di Istana Negara pada Sabtu, 18 Maret 2023 dan berlangsung selama tiga jam.

Kepada wartawan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin 20 Maret 2023, Jokowi mengakui bahwa pertemuan itu membahas soal calon presiden dari PDIP.

“Ya itu kira-kira, mengenai 2024,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Saat ditanya lagi soal nama capres dari PDIP yang dibahas dalam pertemuan itu, Jokowi menolak menjawab dan meminta awak media bertanya kepada Megawati langsung. Jokowi menyebut dirinya hanya memberikan pandangan dari sisi angka.

“Yang jelas saya memberikan pandangan-pandangan dari angka-angka yang kita miliki dan dari data yang kita miliki,” kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Endorse Capres, PDIP: Semuanya Positif Tapi Kembali ke Megawati, Siapa Saja?

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Jokowi dan Megawati membahas soal Pemilu 2024. Hasto menyebut pertemuan khusus itu merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, akhir tahun lalu.

“Dalam pertemuan tersebut tentu saja dibahas berbagai hal penting terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2024,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Maret 2023. Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga ikut dalam pertemuan.

Hasto menjelaskan bahwa Megawati memang secara periodik bertemu dengan Jokowi. “Setelah sebelumnya bertemu di Istana Batu Tulis Bogor, kali ini pertemuan diadakan di Istana Merdeka, Jakarta,” kata Hasto.

 

 

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.