642 total views
INN NEWS – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum lama ini secara resmi mencopot dan memecat salah satu kadernya, yakni Gubernur Maluku, Murad Ismail dari jabatan Ketua DPD PDIP Maluku.
Sebelumnya, kabar tersebut viral di media sosial dan ramai diperbincangkan publik.
Jabatan Ketua DPD PDIP Maluku dicopot darinya usai dimintai keterangan soal kepindahan istrinya, Widya Pratiwi Murad ke Partai Amanat Nasional (PAN).
Belakangan ini PDIP telah mengonfirmasi bahwa Murad kini juga tak berstatus sebagai kader partai berlambang banteng itu.
Hal itu dibenarkan Wasekjen DPP PDIP, Sadarestuwati dikonfirmasi Antara baru-baru ini.
“Dicopot jabatannya sekaligus tidak lagi menjadi kader PDI Perjuangan,” kata Sadarestuwati.
Baca juga: 100 Ribu Orang Akan Saksikan Pidato Megawati, Jokowi, dan Ganjar di GBK Akhir Juni
Diketahui, Widya sebelumnya mengumumkan kepindahannya ke PAN. Ia memutuskan pindah karena berniat maju dalam pemilihan calon anggota legislatif di Pemilu 2024.
Sri Rahayu, Ketua DPP PDIP menyebut partai sempat meminta klarifikasi Murad soal kepindahan istrinya dengan mengutus pengurus pusat, yakni Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komaruddin Watubun dan Ketua DPP PDIP Bidang Kaderisasi Kaderisasi Djarot Saifuk Hidayat.
“Namun ternyata Pak Murad malah menunjukkan sikap emosional di hadapan Pak Djarot Syaiful Hidayat yang dikenal sebagai sosok yang santun, sosok pendengar, dan selalu mencari solusi dengan cara musyawarah,” kata Sri.
Sikap Murad kemudian dilaporkan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Megawati kata Sri, menegaskan bahwa setiap kader harus disiplin dan mematuhi aturan partai.
“Atas dasar hal tersebut, maka Partai mengambil keputusan membebastugaskan Sdr. Murad Ismail dari jabatan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan,” katanya.
PDIP lebih lanjut dijelaskan Sri memiliki aturan yakni dalam kader yang merupakan pasangan suami istri tidak boleh berbeda partai.
PDIP kemudian menunjuk Benhur Watubun yang juga berasal dari Maluku sebagai Ketua DPD PDIP menggantikan Murad dan Mercy Barends, Srikandi asal Maluku sebagai Sekretaris.
Kata Sri, apa yang terjadi di Maluku menjadi pelajaran penting bagi setiap kader partai.
“Agar bisa menjaga perilaku, bersikap santun, namun tegas dan kokoh di dalam membela rakyat kecil,” tegasnya.


