HomeGlobalLika-Liku Thailand Pilih Perdana Menteri Baru

Lika-Liku Thailand Pilih Perdana Menteri Baru

Published on

spot_img

 460 total views

INN NEWS – Pemimpin partai pro-reformasi Thailand menemui jalan terjal untuk memenangkan pemilu. Partai Move Forward yang digawangi oleh pemimpin muda Pita Limjaroenrat itu tidak mampu memperoleh dukungan dari parlemen meskipun telah mendapatkan suara terbanyak dalam pemilu pada bulan Mei.

Setelah kudeta militer pada 2014, partai pemenang pemilu diharuskan mendapat dukungan mayoritas dari parlemen untuk menjadi perdana menteri.

Pita telah membentuk koalisi dengan partai oposisi lain yang diharapkan memberinya 312 suara, tetapi untuk mencapai ambang 375, Pita juga perlu mendapatkan dukungan dari anggota parlemen atau senator di luar koalisinya.

Namun, semua senator saat ini diangkat oleh militer dan dipandang sebagai bagian dari kelompok konservatif.

Pita mencalonkan diri tanpa lawan dalam pemungutan suara tetapi gagal memperoleh mayoritas di parlemen, yang terdiri dari 749 anggota. Hanya 324 yang mendukungnya, termasuk 13 senator, sementara sisanya menentang dan abstain.

Berbicara setelah pemungutan suara, Pita mengaku menerima hasil tersebut namun tidak akan menyerah. “Terima kasih atas 13 suara (dari senator) yang berani mencerminkan suara rakyat,” katanya. “Saya mengerti ada banyak tekanan, serta beberapa hal yang membuat mereka tidak memilih sesuai dengan kemauan rakyat. Tapi saya tidak menyerah, saya akan menyusun strategi sekali lagi.”

Move Forward telah berkampanye dengan janji reformasi besar, termasuk menghentikan monopoli, mengakhiri wajib militer, menghilangkan pengaruh militer dari politik dan mengubah undang-undang ketat yang melarang kritik terhadap monarki.

Beberapa janji reformasi, terutama soal kritik terhadap monarki adalah hal yang sensitif di kalangan konservatif. Beberapa menuduh Pita mempertaruhkan kekacauan dan berusaha merusak hubungan dengan keluarga kerajaan.

Seorang senator, Seree Suwanpanont, berkata: “Jelas bahwa aksi ini bertujuan untuk menggulingkan kerajaan. Bagaimana kami, para senator, dapat mendukung Anda melakukan ini?”

Pita membawa isu progresif lainnya seperti pernikahan sesama jenis dan hak-hak komunitas LGBTQ+ dalam debatnya.

Hal ini disampaikannya saat mengikuti parade dalam rangka memperingati pride month pada 4 Juni 2023 lalu. Namun, rencana Pita ini masih ada di angan-angan, mengingat langkahnya menuju PM yang terjegal parlemen.

Kendati Thailand menjadi negara dengan komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender yang paling terbuka dan terlihat di Asia, tetapi masih banyak aktivis politik dan lembaga tradisional yang menjaga nilai konservatif dengan belum mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis.

Setelah ini, Parlemen Thailand berencana akan menggelar pemungutan suara ulang untuk memilih PM baru. Dikutip dari AFP, Wakil Ketua Parlemen Thailand, Pichet Chuamuangphan, mengungkapkan voting akan dilakukan pada Rabu, 19 Juli 2023.

Ia juga menambahkan masih belum jelas apakah Pita akan dicalonkan kembali sebagai PM dalam putaran kedua ini. Pichet juga masih membuka opsi soal kandidat PM baru selain Pita dalam pemungutan suara parlemen pekan ini.

Sementara itu, publik Thailand bereaksi terhadap kekalahan Pita ini dengan berunjuk rasa. Beberapa kerumunan dan pendukung Partai Move Forward berkumpul di pusat kota Bangkok pada Rabu malam (12/7) sambil memegang tanda bertuliskan “hormati suara saya”, “senator, jangan memilih yang bertentangan dengan suara rakyat!”.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.