HomeTrendingPrabowo-Gibran: Bangsa Indonesia Terkhianati jika Pemilu Curang 

Prabowo-Gibran: Bangsa Indonesia Terkhianati jika Pemilu Curang 

Published on

spot_img

 1,030 total views

INN NEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan nomor urut pasangan calon (Paslon) capres-cawapres untuk Pilpres 2024 pada Selasa, 14 November 2023 malam di gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Nomor urut 1 ditempati pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 ditempati pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut tiga ditempati pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Para capres-cawapres kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato.

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam pidatonya meyakini bila KPU bisa melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

Menurut Prabowo, bangsa dan negara Indonesia akan merasa terkhianati jika terdapat kecurangan di balik proses Pemilu 2024.

“Karena, kalau pelaksanaan pemilu curang, (maka) mengkhianati bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Prabowo juga mengajak pasangan capres-cawapres yang menjadi peserta di Pilpres 2024, untuk saling menghormati satu sama lain.

Dia juga mewanti-wanti, siapa pun yang menang harus bersatu kembali.

Sebab, semua pasangan capres-cawapres kata Prabowo, memiliki tujuan yang sama yaitu membangun dan menjaga NKRI.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.