HomeGaya HidupGen Z Nantikan Debat Capres-cawapres, Anti Gimik dan Program Ribet

Gen Z Nantikan Debat Capres-cawapres, Anti Gimik dan Program Ribet

Published on

spot_img

 295 total views

INN NEWS – Pilpres 2024 akan segera berlangsung. Salah satu momen penting dalam pemilu adalah debat capres-cawapres. Debat ini menjadi ajang bagi para calon presiden untuk menyampaikan visi misi dan program kerja mereka.

Gen Z, generasi yang lahir pada tahun 1997-2012, menjadi salah satu kelompok pemilih potensial dalam pemilu kali ini. Generasi ini dikenal sebagai generasi yang kritis dan cerdas. Mereka tidak mudah tergiur dengan janji-janji kosong atau gimik yang dibuat oleh para calon presiden.

Gilbert, salah satu Gen Z asal Surabaya yang sedang bekerja di Taiwan sebagai seorang penerjemah mengatakan, debat capres-cawapres sangat penting untuk menentukan siapa yang akan dipilih.

Menurutnya, pemimpin yang layak dipilih adalah sosok yang tegas, tidak pandang bulu, adil, jujur, dan berintegritas.

“Saya masih menunggu debat resmi untuk menentukan pilihan. Saya berharap ada presiden yang bisa membawa citra Indonesia lebih bagus lagi di mata internasional,” ujar Gilbert.

Gilbert juga mengatakan bahwa Gen Z tidak tertarik dengan gimik yang asal-asalan. Mereka lebih memilih program yang tidak ribet, mudah dimengerti, dan tidak berlebihan.

“Kami tidak mau program yang hanya untuk ego pribadi,” tegas Gilbert.

Baca juga: Gen Z RI di Taiwan Ingin Presiden 2024 Punya Rekam Jejak Bersih dan Peduli Pendidikan 

Hal senada juga diungkapkan oleh Adelia, Gen Z asal Ambon yang saat ini sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jerman.

Adelia mengatakan bahwa dia ingin memilih presiden yang bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya titip sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan cuma untuk kota besar dan orang berduit, tapi juga untuk orang yang di bawah atau orang yang membutuhkan,” ujar Adelia.

Adelia juga berharap agar calon presiden bisa menghadirkan program yang bisa menyetarakan pendidikan dan fasilitas di seluruh Indonesia.

“Saya ingin ada presiden yang bisa memberikan kesetaraan itu,” pungkas Adelia.

Diketahui, debat capres-cawapres akan digelar pada tanggal 21, 27, dan 3 Agustus 2023. Debat ini akan menjadi ajang bagi para calon presiden untuk menunjukkan kualitas dan kapabilitas mereka.

 

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.