HomeGlobalRusia Keluarkan Surat Penangkapan Internasional terhadap Pendiri Telegram Pavel Durov

Rusia Keluarkan Surat Penangkapan Internasional terhadap Pendiri Telegram Pavel Durov

Published on

spot_img

 155 total views

INNNEWS – Otoritas keamanan Rusia, Federal Security Service (FSB), secara resmi menuntut Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan terenkripsi Telegram, atas tuduhan “membantu aktivitas terorisme”. FSB juga mengeluarkan surat penangkapan internasional terhadap miliarder kelahiran Rusia tersebut.

Pengumuman itu disampaikan FSB pada Rabu (29/7/2026). Menurut pernyataan resmi, Durov dituduh gagal menghapus sejumlah channel, chat, dan bot di Telegram yang diduga digunakan oleh badan intelijen Ukraina serta organisasi teroris dan ekstremis untuk merencanakan serta mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, dan penipuan siber di wilayah Rusia.

FSB menyatakan bahwa aktivitas tersebut telah menimbulkan “korban jiwa dalam jumlah besar”, termasuk perempuan dan anak-anak, serta kerugian material miliaran rubel. Salah satu fokus tuduhan adalah bot kencan populer di Telegram bernama Daivinchik (juga dikenal sebagai Leo). FSB mengklaim bot tersebut dimanfaatkan intelijen Ukraina untuk merekrut warga Rusia muda. Sejak Juli 2025, setidaknya 46 orang berusia 12–22 tahun ditangkap karena diduga terlibat aksi arson, penyerangan aparat, dan penipuan setelah direkrut melalui platform itu.

Durov, yang kini menetap di Dubai dan memiliki kewarganegaraan Prancis serta Uni Emirat Arab, belum memberikan komentar resmi. Namun, akun resmi Telegram di platform X (sebelumnya Twitter) merespons dengan memposting foto Durov yang sedang mengacungkan jari tengah.

Langkah Rusia ini menjadi eskalasi terbaru dalam upaya Kremlin menekan Telegram. Sejak awal 2026, regulator Rusia Roskomnadzor telah membatasi akses Telegram dan mendorong penggunaan aplikasi pesan milik negara bernama Max. Durov sebelumnya menuduh otoritas Rusia membuat alasan palsu untuk membatasi kebebasan berbicara dan privasi di platform miliknya.

Selain kasus di Rusia, Durov masih menghadapi penyelidikan di Prancis terkait tuduhan bahwa Telegram tidak cukup aktif menangani aktivitas kriminal di platformnya. Ia sempat ditahan di Bandara Le Bourget, Paris, pada Agustus 2024.

Telegram, yang diluncurkan Durov bersama saudaranya Nikolai pada 2013, kini memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia dan banyak digunakan di kedua sisi konflik Rusia-Ukraina.

Hingga saat ini, belum jelas apakah surat penangkapan internasional tersebut akan diteruskan menjadi red notice Interpol atau bagaimana negara tempat tinggal Durov akan merespons permintaan ekstradisi Rusia.

Artikel Terbaru

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...

Bank Cadangan Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,60%, Tertinggi Sejak 2011

INNNEWS — Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan (cash rate) sebesar...

artikel yang mirip

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...