736 total views
INN Indonesia – Bagi yang belum pernah ke Kota Ambon, Provinsi Maluku, kasus korupsi Wali kota Ambon mungkin adalah berita yang biasa saja.
Pasalnya sangat banyak kasus korupsi yang menyeret kepala daerah. Banyak orang mungkin sudah skeptis dengan berita semacam ini.
Akan tetapi, ada yang menarik untuk disorot dari kasus korupsi Wali kota Ambon Richard Louhenapessy.
Ada gerakan doa yang diserukan oleh banyak Gereja di Ambon untuk Richard. Gerakan doa bahkan terus berjalan hingga hari ini.
Melihat fenomena ini cukup dejavu dengan penetapan Ahok sebagai tersangka. Bukan sebuah kebetulan juga jika Richard juga sering mendapat julukan Ahok dari Timur.
Setelah kasus Ahok, kita tau bahwa hukum dan politik bisa berselingkuh di Indonesia. Kasus penetapan tersangka Richard Louhenapessy sendiri juga terdapat beberapa kejanggalan.
Kasus korupsi suap sebesar setengah M yang disangkakan kepada Richard sebenarnya terjadi di tahun 2020. Namun penetapan Richard sebagai tersangka tepat seminggu sebelum purna tugas sebagai Wali kota Ambon.
Selain itu, kasus ini muncul setelah Presiden Jokowi “guyon” spontan untuk menyuruh Richard maju di Pilkada Maluku 2024, sewaktu berkunjung ke Ambon.
Jika dilihat prestasinya, wali kota yang sangat gemar berdoa ini memang membawa harapan baru terkhusus dari wilayah timur Indonesia yang jarang disorot.
Kota Ambon diakui Unesco masuk dalam jaringan Kota Kreatif Dunia di Bidang Musik pada tahun 2019 lalu. Saat itu, Ambon menjadi Kota pertama di Indonesia bahkan Asia tenggara yang diakui Unesco sebagai Kota musik.
Kota Ambon juga mempunyai potensi ekonomi kreatif yang cukup besar sejak ditangani Richard. Apa yang dialami oleh Richard ini justru semakin menguatkan untuk mengawal dan berdoa bagi orang orang baik yang saat ini babak belur berjuang di dalam sistem.
Sungguh sulit sekali bergerak dalam sistem yang rawan terjadi perselingkuhan antara politik, hukum, bahkan agama.
Ibarat domba di tengah serigala, begitulah orang baik bergerak di tengah sistem pemerintahan Indonesia saat ini.
Dari fenomena ini sesungguhnya menunjukan masih ada banyak pemimpin yang baik dan benar yang berjuang di dalam sistem.
Mereka kebanyakan tidak banyak dikenali dan bukan konsumsi media mainstream. Setelah mereka terpeleset barulah media mainstream membombardir sebagai berita utama.
Hal ini semakin menakutkan bagi orang-orang yang sedang berjuang di dalam sebuah sistem.
Gilrandi ADP


