HomeTrendingKesalahan Kelola Data Nasional hingga Dibobol adalah Kebodohan 

Kesalahan Kelola Data Nasional hingga Dibobol adalah Kebodohan 

Published on

spot_img

 869 total views

JAKARTA – Belakangan ini, Indonesia menghadapi serangan siber berupa virus ransomware yang melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Akibatnya, 239 layanan instansi terdampak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui postingan Instagram resminya @ult.kemdikbud mengumumkan bahwa 47 domain layanan Kemendikbudristek terdampak gangguan pada PDN.

Domain-domain ini termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, dan pelayanan perizinan film, yang hingga saat ini belum bisa diakses.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letnan Jenderal (Purnawirawan) Hinsa Siburian, mengkritik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai pengelola pusat data. BSSN, yang disorot terkait cadangan data, tampaknya melempar masalah tersebut ke Kominfo.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian, awalnya mengatakan bahwa ada kekurangan dalam pengelolaan data, yang menyebabkan pemerintah tidak memiliki cadangan data setelah PDN diretas.

“Jadi itu yang mau saya sampaikan tadi kita ada kekurangan di tata kelola, kita memang akui itu, dan itu yang kita laporkan juga karena kami diminta untuk apa saja masalah kok bisa terjadi itu salah satu yang kita laporkan juga, Pak,” kata Hinsa di rapat kerja Komisi I di Gedung DPR, Senayan, Kamis (27/6).

Pernyataan tersebut mendapat kritik keras dari Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid. Ia mengkritik keras Kominfo dan BSSN karena tidak memiliki cadangan data setelah server Pusat Data Nasional (PDN) diretas oleh ransomware.

Menurutnya, masalahnya bukan pada tata kelola, tetapi pada kesalahan besar dalam pengelolaan.

“Intinya jangan lagi bilang tata kelola, karna ini bukan soal tata kelola. Ini masalah kebodohan, punya data nasional tidak ada satupun back up berarti kan?,” ucap Meutya Hafid di Gedung DPR.

Artikel Terbaru

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...

Mahasiswa Trisakti Terus Berdemo di Depan DPR hingga Menjelang Petang, Gaungkan Tritura Kembali

INNNEWS – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti bersama elemen lain seperti Universitas Esa Unggul terus menggelar...

artikel yang mirip

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

PM Keir Starmer Mundur dari Jabatan, Andy Burnham Jadi Calon Kuat Pengganti

INNNEWS — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri dan...

Di Balik Meledaknya Trend Bisnis Padel: Ledakan Pasca-Pemilu 2024 di Tengah Gejolak Ekonomi

INNNEWS - Padel, olahraga raket yang menggabungkan tenis dan squash, tiba-tiba meledak di Indonesia...