HomeUncategorizedDulu Rival, Sekarang Bestie, Prabowo: Saya Bangga

Dulu Rival, Sekarang Bestie, Prabowo: Saya Bangga

Published on

spot_img

 529 total views

INN NEWS – Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengungkapkan isi hatinya setelah bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Prabowo sendiri merupakan rivalnya Jokowi saat berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Namun Jokowi berhasil mengalahkannya dalam dua kali pilpres.

Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju itu mengungkapkan isi hatinya saat memberi sambutan di acara Istigasah dan Doa Bersama Rabithah Melayu-Banjar di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) Jumat (17/3/2023) yang juga dihadiri Jokowi.

“Saudara sekalian, sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Pak Joko Widodo, saya ingin menyampaikan bahwa saya merasa tidak salah saya bergabung dengan Presiden Joko Widodo,” ujar Prabowo sebagaimana dilansir dari rekaman pidato yang dibagikan asisten pribadinya baru-baru ini, mengutip Kompas.com.

Baca juga: Soal Capres PDIP, Jokowi Sudah Bisiki Megawati, Sosoknya Dinilai Pakai Ini

“Bukan saja saya merasa tidak salah, sekarang saya merasa bersyukur dan saya merasa bangga telah bergabung dengan Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas membeberkan pengalamannya saat menjadi lawan Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.

Prabowo mengakui, saat itu dirinya dan Jokowi adalah sebagai rival politik. “Saya sebagaimana kalian mungkin ketahui, masa tidak tahu ? Tahu kan, saya dulu rivalnya Pak Jokowi. Tapi itulah, itulah, di situ bangsa lain negara lain bingung lihat bangsa Indonesia, bingung,” tuturnya.

“Bagaimana bisa dua rival, dua tokoh kok begitu selesai pertandingan kok jadi satu, di negara lain sulit-sulit,” kata Prabowo.

Ia pun menceritakan kondisi di Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut sebagai sesepuh sistem demokrasi. Di negara itu, dua partai besar, yakni Partai Demokrat dan Partai Republik saat ini tak bisa akur bersama.

“Sekarang dua partai besar kalau masuk ruangan katanya lihat-lihatan. Tidak mau duduk bersama,” katanya.

Oleh karenanya Indonesia ingin memberikan contoh sebaliknya. Sebab saat ini banyak negara yang melihat situasi di Indonesia.

“Kita memberi contoh sekarang, banyak negara-negara lihat ke kita, kalau sudah untuk kepentingan rakyat, kalau sudah untuk kepentingan bangsa dan negara, kita akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” tutur Prabowo.

“Saya saksi, saya melihat komitmen Pak Jokowi untuk rakyat luar biasa, beliau berpikirnya selalu untuk rakyat kecil. Saya tuh akhirnya harus mengakui dalam hal memimpin negara saya harus belajar dari Pak Joko Widodo,” tambahnya.

Artikel Terbaru

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

artikel yang mirip

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...