HomeHeadlinePDIP Beri Syarat untuk Golkan Pertemuan SBY dan Megawati 

PDIP Beri Syarat untuk Golkan Pertemuan SBY dan Megawati 

Published on

spot_img

 751 total views

INN NEWS – PDI Perjuangan (PDIP) memberi syarat khusus untuk Demokrat yang ingin mempertemukan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

PDIP menyambut baik keinginan Demokrat dan menyebut pertemuan itu mungkin terjadi. Namun PDIP juga mengajukan syarat khusus.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan baru-baru ini mengatakan, Demokrat mesti secara resmi memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024 yang telah diusung PDIP.

“Setelah ada komitmen memberikan dukungan kepada Pak Ganjar, baru pertemuan itu dilakukan formal,” kata Hasto.

Hasto juga menyinggung soal Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga sebelumnya sempat bertemu.

Sehingga katanya, kans pertemuan Mega dan SBY bukan tak mungkin.

“Kita lihat dalam perjalanan partai politik yang bertemu Mbak Puan terlebih dahulu didampingi jajaran DPP,” tutur Hasto.

Menurutnya, pertemuan antara Puan dan AHY itu menjadi modal untuk pertemuan lanjutan antara Mega dan SBY. Ia pun mengatakan komunikasi dengan Demokrat masih terus terjalin.

Baca juga: Jika SBY Bertemu Megawati, Tembok Berlin Runtuh?

Wacana pertemuan antara Megawati dan SBY mencuat setelah Demokrat resmi keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan.

Juru Bicara DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra pun mengungkapkan SBY mau bertemu dengan Mega. Menurutnya, pertemuan antara kedua tokoh bangsa itu merupakan hal yang baik.

“Kalau dibilang mau atau enggak mau, Pak SBY jelas mau kalau bicara pertemuan dengan Bu Mega. Mau,” kata Herzaky dalam podcast What The Fact! Politics, Jumat (8/9).

Namun, ia menekankan pertemuan tersebut tak sebatas soal kerja sama politik atau dukung-mendukung calon presiden tertentu. Menurut Herzaky, kedua hal itu harus dipisahkan. Karena yang lebih penting adalah hal kepentingan bangsa dan negara.

 

Artikel Terbaru

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....

3 Terdakwa Korupsi Chromebook Dituntut 6–15 Tahun Penjara, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Terberat

INNNEWS – Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan,...

artikel yang mirip

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....