HomeGaya HidupDapat Jatah Mudik Gratis, Pemudik: Matur Nuwun Pak Ganjar, Bantu Wong Cilik

Dapat Jatah Mudik Gratis, Pemudik: Matur Nuwun Pak Ganjar, Bantu Wong Cilik

Published on

spot_img

 196 total views

INN NEWS – Senyum lebar nampak di bibir puluhan ribu warga Jawa Tengah yang merantau di Ibu Kota. Para pejuang rupiah ini tampak bersemangat, mereka berduyun-duyun menuju kawasan Museum Purna Bhakti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur untuk mengikuti mudik bersama, Senin (17/4).

Meski membawa sejumlah barang-barang, koper, kardus hingga karung, namun tak menyurutkan langkah mereka. Di antaranya, Dewi Ratnasari (31), seorang pemudik asal Boyolali.

Bersama suami dan empat anaknya, Dewi nampak sumringah saat berjalan mencari bus yang akan mengantar dia ke kampung halamannya.

“Seneng banget mas bisa mudik gratis. Ini sangat membantu buat orang-orang kecil seperti kami. Kalau nggak ada mudik gratis seperti ini, saya nggak bisa pulang kampung sekeluarga,” kata Dewi.

Bayangkan saja, satu tiket menuju Boyolali kata Dewi seharga Rp500.000. Jika dirinya berlima, maka ongkos yang harus dikeluarkan untuk tiket saja Rp2,5 juta.

Baginya, uang sebesar itu cukup besar. Apalagi, di Jakarta suaminya hanya bekerja sebagai penjual gorengan dengan penghasilan yang pas-pasan.

Baca juga: 4 Kota di Jateng Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran, Ganjar: Bangun Damai di Bumi

“Belum makan dan lainnya, sangu untuk bapak ibu dan keluarga di kampung. Wah berat mas. Makanya saya selalu ikut mudik gratis ini,” kata Dewi sambil menggendong anaknya.

Dewi mengaku sudah tujuh kali ikut mudik gratis yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Setiap tahun menjelang libur Lebaran, dia selalu mencari info mudik gratis dari medsos atau bertanya kepada temannya.

“Selalu langganan mudik gratis mas, karena membantu sekali. Uang yang harusnya buat ongkos nanti kan bisa buat kebutuhan di kampung, buat orangtua, buat keponakan,” jelasnya sambil tertawa.

Hal senada juga disampaikan Rahmayanah (46), pemudik asal Magelang. Perempuan tiga anak ini mengaku sangat bersyukur bisa mudik gratis bareng bersama keluarga.

“Kalau nggak gratis, nggak mungkin bisa mudik bareng sekeluarga. Mahal sekali tiketnya, buat saya yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga kayaknya ndak mungkin,”ucapnya.

Dia mengucapkan sangat terima kasih kepada Ganjar yang setiap tahun menggelar mudik gratis. Baginya, mudik gratis merupakan berkah bagi semua warga Jateng di perantauan.

“Maturnuwun Pak Ganjar, bisa membantu wong cilik seperti kami. Bisa nulungi (menolong) kami berlebaran bareng keluarga. Semoga kebaikan ini dibalas Tuhan yang maha kuasa,” ucapnya.

Seperti diketahui, program mudik gratis ini selalu digelar Ganjar setiap tahun. Pada mudik Lebaran 2022 lalu, sebanyak 5.748 warga Jateng yang tinggal di Jabodetabek mengikuti program mudik gratis Ganjar ini.

Sementara, pada lebaran tahun ini jumlahnya bertambah. Sebanyak 10.328 pemudik, diangkut menggunakan 212 bus. Selain itu, Ganjar juga menggelar mudik gratis via kereta api dengan kapasitas 1.888 penumpang.

Tak hanya di Jakarta, Ganjar juga menggelar mudik gratis bagi warga Jateng yang ada di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung dan Bandung. Sebanyak 1.550 pemudik dari tiga provinsi di Sumatra itu telah diberangkatkan dengan 30 bus sejak Jumat (14/4/2023) lalu.

Semarang Raya Terkini

Artikel Terbaru

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.

PT Sritex Terancam Bangkrut, Sempat All In dan Taruh Harapan ke Gibran

SOLO - Salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terancam bangkrut di tengah gempuran utang yang menumpuk.

artikel yang mirip

Antrean Panjang di Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA - Calon penumpang harus mengantre panjang untuk pengecekan keimigrasian secara manual di pintu keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (21/6).

Pekerjaan sekarang yang Gak Ditemui 10-20 Tahun lalu

INN NEWS - Dunia kerja terus mengalami perkembangan pesat dengan munculnya teknologi baru dan perubahan tren yang konstan. Meskipun teknologi telah menggantikan beberapa jenis pekerjaan, namun sebaliknya, inovasi teknologi juga telah menciptakan banyak kesempatan kerja yang sebelumnya tidak ada, bahkan dalam 10 atau 20 tahun terakhir.

Wah, 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

INN NEWS - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan, ada 46 persen penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.