HomeGaya HidupBahaya Asam Sulfat Jika Kena Mata atau Kecampur Makanan, Begini Pencegahannya

Bahaya Asam Sulfat Jika Kena Mata atau Kecampur Makanan, Begini Pencegahannya

Published on

spot_img

 329 total views

INN NEWS – Dalam buku Petunjuk Teknis Penanganan Bahan Berbahaya yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, disebutkan bahwa Asam sulfat adalah senyawa kimia yang bersifat asam kuat dan korosif.

Senyawa ini memiliki rumus kimia H2SO4 dan sering digunakan dalam berbagai industri, seperti industri pengolahan logam, industri petrokimia, dan industri pembuatan pupuk.

Asam sulfat dapat berbahaya jika terkena mata dan masuk makanan. Jika terkena mata, asam sulfat dapat menyebabkan kerusakan kornea, iris, dan lensa mata. Kerusakan ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Gejala mata terkena asam sulfat antara lain:

  • Rasa sakit yang sangat parah
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Kelopak mata bengkak
  • Penglihatan buram

Jika mata terkena asam sulfat, segera lakukan langkah-langkah berikut:

  • Segera basuh mata dengan air mengalir selama minimal 15 menit
  • Tutup mata dengan kapas bersih atau kain kasa.
  • Segera cari pertolongan medis

Jika asam sulfat masuk makanan, senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada mulut, tenggorokan, lambung, dan usus

Kerusakan ini dapat menyebabkan nyeri, mual, muntah, diare, dan bahkan kematian.

Gejala asam sulfat masuk makanan antara lain:

  • Nyeri mulut dan tenggorokan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Rasa sakit di perut
  • Sesak napas

Jika asam sulfat masuk makanan, segera lakukan langkah-langkah berikut:

  • Minumlah air sebanyak-banyaknya
  • Muntahlah secara sengaja
  • Segera cari pertolongan medis

Untuk mencegah terjadinya bahaya asam sulfat, penting untuk selalu menggunakan asam sulfat dengan hati-hati.

Pastikan untuk menggunakan asam sulfat sesuai dengan petunjuk penggunaan.

Selain itu, selalu gunakan alat pelindung diri (APD) saat menangani asam sulfat, seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah terjadinya bahaya asam sulfat:

  • Simpan asam sulfat di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak
  • Gunakan asam sulfat sesuai dengan petunjuk penggunaan
  • Kenakan APD saat menangani asam sulfat.
  • Bekerjalah di area yang berventilasi baik
  • Jangan mencampur asam sulfat dengan bahan kimia lain

Jika Anda mengalami kecelakaan akibat asam sulfat, segera cari pertolongan medis.

Artikel Terbaru

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.

Sepekan Ini Ramai Anak Bunuh Orang Tua, Ada yang Nikam Pakai Garpu Tanah

Sepekan ini berturut-turut kejadian anak bunuh orang tua yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

artikel yang mirip

Besok Jurnalis di Solo Raya Gelar Aksi Massa Tolak RUU Penyiaran

Draf Rancangan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang sedang bergulir di Badan Legislasi DPR dianggap memuat sejumlah pasal kontroversial, sehingga menuai kritik dari berbagai pihak terutama yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik.

Presiden Iran dan Menlu Meninggal dalam Kecelakaan Heli

INN Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Hossein Amirabdollahian meninggal akibat kecelakaan helikopter.

Tak Hanya Mahasiswa, Calon Mahasiswa Keluhkan Kenaikan UKT yang Mencekik

JAKARTA – Mahasiswa dan calon mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyuarakan keluhan mereka terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dianggap membebani.