No menu items!
More
    HomeTrendingRematch Anies Vs Ahok di Jakarta Menguat, Evander Vs Mike Tyson?

    Rematch Anies Vs Ahok di Jakarta Menguat, Evander Vs Mike Tyson?

    Published on

    spot_img

     685 total views

    SOLO – Publik tanah air kembali dihebohkan dengan menguatnya peluang persaingan panas antara Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk kedua kalinya di Pilkada Jakarta.

    Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melalui rilis surveinya secara virtual, Kamis, 25 Juli 2024, mengungkapkan, Rematch kedua figur populer di Jakarta ibarat pertarungan di ring tinju antara Evander Holyfield lawan Mike Tyson.

    “Terjadi rematch ini persis kayak Holyfield vs Tyson yang kita tidak tahu siapa mike Tyson, Holyfieldnya, ya kan, tapi kan ini dua kali itu, rematch,” kata Burhanuddin.

    Diketahui Tyson sejatinya kalah dua kali pertandingan dari Holyfield.

    Sehingga Burhanuddin menilai, apakah momentum Pilgub Jakarta 2024 serupa dengan momen petinju kelas berat tersebut.

    “Tyson kalah terus dua kali, pertanyaannya siapa yang jadi Tyson yang kalah dua kali. Itu tunggu nanti,” ucap Burhanuddin

    Survei Indikator Politik Indonesia mencatat pada simulasi dua nama atau head to head, Anies masih unggul dengan perolehan 52 persen.

    Sementara Ahok mendapat 42 persen dan sisanya 6 persen responden tak menjawab.

    Anies masih unggul dari figur lain. Termasuk bersaing dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil.

    Anies mendapat 50,1 persen dan Ridwan 38,8 persen. Sebanyak 11,1 persen responden tak menjawab. Sedangkan, bila Ahok head to head dengan Ridwan hasilnya imbang. Keduanya mendapatkan 44,7 persen dan responden tak menjawab 10,6 persen.

    Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 18-26 Juni 2024. Sebanyak 800 responden yang tinggal di Jakarta terlibat dalam survei ini melalui metode wawancara.

    Metode yang digunakan yakni simple random sampling. Margin of error survei sebanyak 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

     

    Artikel Terbaru

    KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

    Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

        JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

    VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

    Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

    Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

    INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

    artikel yang mirip

    KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

    Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

        JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

    VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

    Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.