HomeUncategorizedSeruan Tolak Transmigrasi hingga Food Estate di Papua, Kali Ini dari Yogya

Seruan Tolak Transmigrasi hingga Food Estate di Papua, Kali Ini dari Yogya

Published on

spot_img

 901 total views

YOGYAKARTA – Belum lama ini himpunan mahasiswa Papua di sejumlah wilayah berunjuk rasa menolak program Transmigrasi Reguler hingga Food Estate yang rencana dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Papua.

Kali ini datang dari Yogyakarta oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang demo di Kusumanegara, Kota Jogja, pada Minggu, 1 Desember 2024.

Dari informasi yang dihimpun oleh INN Indonesia, AMP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintahan Prabowo.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB itu  menyuarakan penolakan terhadap program transmigrasi reguler di Papua

“Program ini merupakan bentuk penghancuran secara perlahan terhadap keberadaan orang asli Papua. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan ini berusaha lepas tangan atas masalah pemiskinan struktural yang terjadi akibat perampasan tanah di berbagai wilayah,” kata salah satu peserta aksi.

Tak hanya itu, masa juga menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah berjalan sejak masa pemerintahan Jokowi.

Mereka mengkritik PSN sebagai langkah pembangunan industri strategis dan infrastruktur bernilai investasi tinggi yang dikelola bersama oleh pemerintah dan oligarki.

AMP bersama dengan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi ini.

Mereka meminta penghentian program transmigrasi ke Papua, penolakan terhadap kebijakan Otonomi Khusus, dan penghentian pembentukan daerah otonomi baru.

“Kami juga menyerukan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi West Papua, pembebasan tahanan politik tanpa syarat, serta penarikan seluruh personel militer dari wilayah tersebut. Selain itu, kami menolak proyek strategis nasional seperti cetak sawah dan penanaman tebu di Merauke yang merampas tanah adat masyarakat Papua,” kata seorang demonstran dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa ini sempat ricuh antara masa dan pihak kepolisian.

Artikel Terbaru

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...

Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 800 Jiwa

INNNEWS– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di...

artikel yang mirip

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...