HomeUncategorizedSeruan Tolak Transmigrasi hingga Food Estate di Papua, Kali Ini dari Yogya

Seruan Tolak Transmigrasi hingga Food Estate di Papua, Kali Ini dari Yogya

Published on

spot_img

 942 total views

YOGYAKARTA – Belum lama ini himpunan mahasiswa Papua di sejumlah wilayah berunjuk rasa menolak program Transmigrasi Reguler hingga Food Estate yang rencana dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Papua.

Kali ini datang dari Yogyakarta oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang demo di Kusumanegara, Kota Jogja, pada Minggu, 1 Desember 2024.

Dari informasi yang dihimpun oleh INN Indonesia, AMP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintahan Prabowo.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB itu  menyuarakan penolakan terhadap program transmigrasi reguler di Papua

“Program ini merupakan bentuk penghancuran secara perlahan terhadap keberadaan orang asli Papua. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan ini berusaha lepas tangan atas masalah pemiskinan struktural yang terjadi akibat perampasan tanah di berbagai wilayah,” kata salah satu peserta aksi.

Tak hanya itu, masa juga menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah berjalan sejak masa pemerintahan Jokowi.

Mereka mengkritik PSN sebagai langkah pembangunan industri strategis dan infrastruktur bernilai investasi tinggi yang dikelola bersama oleh pemerintah dan oligarki.

AMP bersama dengan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi ini.

Mereka meminta penghentian program transmigrasi ke Papua, penolakan terhadap kebijakan Otonomi Khusus, dan penghentian pembentukan daerah otonomi baru.

“Kami juga menyerukan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi West Papua, pembebasan tahanan politik tanpa syarat, serta penarikan seluruh personel militer dari wilayah tersebut. Selain itu, kami menolak proyek strategis nasional seperti cetak sawah dan penanaman tebu di Merauke yang merampas tanah adat masyarakat Papua,” kata seorang demonstran dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa ini sempat ricuh antara masa dan pihak kepolisian.

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...