HomeHeadline100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Pemerintah Belum Benahi Sistem Demokrasi yang Rusak

100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Pemerintah Belum Benahi Sistem Demokrasi yang Rusak

Published on

spot_img

 1,452 total views

INN NEWS – Hasil poling pembaca INN dari 21 hingga 27 Januari 2025 menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil memperbaiki sistem demokrasi Indonesia menjadi lebih baik di 100 hari kerja Prabowo Gibran.

Sebanyak 300 pembaca mengikuti poling tersebut.

Dari hasil poling, sebanyak 110 orang (36,8%) memilih bahwa perbaikan sistem demokrasi belum terlihat. Sementara itu, 79 orang (26,3%) juga memilih bahwa perbaikan sistem demokrasi belum terlihat. Hanya 63 orang (21,1%) yang memilih bahwa sistem demokrasi sudah diperbaiki.

Sisanya, 47 orang (15,8%) memilih bahwa sistem demokrasi masih sama seperti pemerintahan sebelumnya.

Poling 100 hari kerja Prabowo-Gibran soal isu-isu demokrasi (Istimewa)

Pemerintahan Prabowo-Gibran sebelumnya telah menjanjikan 17 program prioritas dan delapan program hasil terbaik cepat untuk dicapai dalam 100 hari kerja mereka.

Baca juga:
Poling 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran; Pemerintah Sarat Kepentingan Berantas Korupsi

 Namun, hasil poling tersebut menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil memenuhi harapan masyarakat dalam memperbaiki sistem demokrasi Indonesia.

Hubungi kami segera…

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...