HomeTrendingRI Disarankan Tak Bergantung ke Nikel untuk Pengembangan Kendaraan Listrik 

RI Disarankan Tak Bergantung ke Nikel untuk Pengembangan Kendaraan Listrik 

Published on

spot_img

 776 total views

INN NEWS – Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli mengungkapkan,  saat ini tidak banyak pengembang mobil listrik yang menggunakan komponen nikel atau Nickel-Mangan-Cobalt (NMC) sebagai bahan pembuatan baterai EV.

Meskipun Indonesia tercacat sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Rizal menyarankan agar tidak hanya bergantung kepada nikel dalam pengembangan baterai kendaraan listrik agar dapat bersaing secara global.

Rizal menyebutkan penggunaan Lithium-Ferro-Phosphate (LFP) khususnya pada EV dinilai lebih murah bila dibandingkan dengan penggunaan NMC yang diperkirakan akan mengalami penurunan suplai dan melonjaknya harga.

Baca juga:

Bersiap, Pemerintah Mau Naikan Pajak Sepeda Motor Berbahan Bensin

Maruarar Keluar dari PDIP, Perannya di IKN Bareng Bahlil Diungkit

“Tesla menggunakan LFP dan NCM untuk kendaraan listrik. Penggunaan LFP karena lebih murah dan tidak tergantung nikel dan cobalt yang diperkirakan ke depan akan short supply dan mahal,” beber Rizal mengutip CNBC, Selasa (23/1).

Dengan begitu, dia mengatakan pengembangan komponen selain NCM terus dilakukan oleh pengembang EV.

 

Artikel Terbaru

Solo Peringkat Ke-12 Kota Paling Toleran 2025, Respati: Kami Terus Berbenah

INNNEWS -Kota Solo kembali mencatatkan prestasi dalam indeks kota toleran tahun 2025 dengan menempati...

Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.600 per Liter

INNNEWS – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir....

Harga Emas Naik Turun Bak Roller Coaster, Bandar Berburu Harga Murah

INNNEWS -Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, layaknya...

Petugas Karantina Banten Temukan Gulma Invasif di Produk Impor Asal Australia

INNNEWS– Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten menemukan gulma invasif berbahaya pada...

artikel yang mirip

Solo Peringkat Ke-12 Kota Paling Toleran 2025, Respati: Kami Terus Berbenah

INNNEWS -Kota Solo kembali mencatatkan prestasi dalam indeks kota toleran tahun 2025 dengan menempati...

Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.600 per Liter

INNNEWS – Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir....

Harga Emas Naik Turun Bak Roller Coaster, Bandar Berburu Harga Murah

INNNEWS -Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam, layaknya...