659 total views
INN NEWS – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kembali berkicau di Twitter menanggapi kritik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kritik JK itu menyebut Jokowi supaya tidak terlalu ikut campur dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 dan belajar dari presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pria yang baru saja bebas penjara akibat kasus megaproyek Hambalang itu mengklaim bila Presiden SBY pun pernah menggelar pertemuan tertutup bersama para ketum parpol di koalisi pemerintahannya.
Klaim itu disampaikannya melalui surat dan diunggah di akun Twitter pribadinya yang bunyinya:
“Banyak yang bertanya ke saya apakah dulu waktu periode Presiden SBY pernah ada pertemuan partai koalisi di Istana?”
Baca Juga: Soroti Jokowi, JK Dituding Punya Kepentingan di Balik Penentuan Capres Cawapres 2024
Anas mengatakan SBY pernah menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan parpol pendukung pemerintahannya. Pertemuan itu disebut terjadi tak cuma sekali.
SBY juga pernah mengundang pertemuan bersama parpol koalisi pemerintahannya tetapi tak melibatkan salah satu parpol.
Namun Anas, konteks partai yang tak diundang SBY dalam pertemuan itu beda dengan Jokowi yang belakangan tak mengundang NasDem.
Menurut Anas pertemuan SBY bersama para pimpinan parpol koalisinya pernah dilakukan tanpa mengundang PKS. Namun Anas enggan menyampaikan suasana dan ihwal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
Kicauan Anas di Twitter itu nyaris dibanjiri komentar warganet.
“Saya hanya berharap Pak Anas selalu sehat dan segera membuka kejadian yang terjadi ketika Pak Anas menjabat menjadi Ketum Demokrat,” @jordyyst.
“Mas @anasurbaningrum kapan nih mahu buka2an siapa aktornya yg kasus hambalang dll? Biar hukum dan keadilan dinegara kita bisa bnr2 adil,” @rexy.


